Bijak dengan Koneksi Internet

By | September 11, 2012

saya pribadi bisa dikatakan adalah jenis manusia yang “tidak nyaman” tanpa internet. Dan salah satu pengeluaran rutin saya yang terbesar adalah internet. Berikut saya jabarkan beberapa tagihan bulanan internet saya :

1. C*ntrin Paket menengah (1 MBPS Stabil) RP. 450.000

2. Buat emergency, Indosat M2 : RP. 200.000

3. Buat Mobile : Paket unlimited Flash RP. 100.000

4. Internet Kantor : Smart FREN : RP. 150.000

5. internet buat IPAD : Rp. 100.000

jadi total saya per bulannya menghabiskan Rp. 1.000.000 hanya untuk membayar internet. Sebelum ini, saya tidak pernah memikirkan mengenai tagihan internet, karena memang jumlahnya tidak terlalu besar, dan memang internet dibutuhkan untuk kerja (perlu duit buat pancing duit). namun entah kenapa setelah saya jadi calon ayah, ada naluri kebapakan yang menunjukan bahwa “ITU SMUA TIDAK BIJAK”. Dan memang dalam alkitab dituntut agar kita menggunakan semua apa yang Tuhan berikan dengan bijak, dan pada akhirnya akan dituntut pertanggungjawaban atas semua berkat yang Tuhan berikan.

Kemudian saya menganalisa ulang, dari tagihan internet di atas, dimanakah bagian yang bisa dikurangi, TANPA mengganggu produktifitas. Prioritas utama saya dlam berhemat adlah produktifitas. Seperti hal nya mengganti lampu biasa dengan LED, hal itu tidak mengganggu produktifitas, malah mungkin bisa meningkatkan, sebab kalau lampu biasa tidak dimatikan, akan sangat membuang2 uang buat litsrik, tapi dengan daya yang hemat hingga 70% dari LED maka tidak perlu pusing kalau ada beberapa waktu lupa mematikan lampu, karena sudah murah :D.

Lain hal nya jika menghemat menurunkan produktifitas, maka itu bukan berhemat, tapi tindakan bodoh. Misal dengan berhemat, pemasukan tetap 5 juta misalnya, dengan berhemat, pemasukan tidak berkurang tetap 5 juta namun pengeluaran berkurang. Ini adalah konsep berhemat yang baik. Lain halnya jika tanpa berhemat pemasukan 5 juta, dengan berhemat pengeluaran berkurang 300 ribu namun pemasukan berkurang 500 ribu, nah kalau kasus seperti ini lebih baik jangan berhemat.

sebelumnya, di rumah saya tersedia koneksi internet tanpa batas dengan kecepatan tinggi dari centrin, namun tidak ada wifi, sehingga setiap peralatan yang membutuhkan internet masing – masing memiliki tagihannya. Dan saya pikir lagi dengan sedikit trik “BERBAGI SUMBER DAYA” maka banyak tagihan bisa berkurang. Caranya adalah dengan memasang jaringan wifi di centrin kemudian di share ke semua peralatan yang memerlukan internet (dan kebetulan semua ada wifi nya).

Nah, dengan sedikit trik ini maka pengeluaran yang bisa dihemat tanpa ganggu kinerja adalah :

1. C*ntrin Paket menengah (1 MBPS Stabil) RP. 450.000 —>>> Tidak bisa dihemat, kalau dihemat menurunkan kecepatan internet = produktifitas turun

2. Buat emergency, Indosat M2 : RP. 200.000 –>>> kurangin pake smart fren RP. 50 ribu aja, karena toh buat emergency, jarang dipakai

3. Buat Mobile : Paket unlimited Flash RP. 100.000 –>> dengan asumsi sering di kantor bisa pakai wifi, diganti aja jadi paket 2 GB RP. 45.000 / 2 bulan atau RP. 30.000/bulan

4. Internet Kantor : Smart FREN : RP. 150.000  —>> terbukti banyak kuota yang tak terpakai, ganti jadi paket yang RP. 50.000 / bulan

5. internet buat IPAD : Rp. 100.000 —>> asumsi ipad juga jarang dibawa keluar dan bisa pakai Internet HP buat hubungkan ke IPAD, dan bisa koneksi ke wifi komputer pusat, CUT pengeluaran internet buat IPD

jadi :

1. Dari c*ntrin penghematan RP. 0

2. Emergency IM2 Diganti ke FREN –>> Hemat RP. 150.000

3. Mobile, hemat Dari Rp. 100.000/bulan diganti jadi Rp. 30.000/bulan , hemat RP. 70.000

4. Internet kantor, hemat RP. 100.000

5. Cut pengeluaran buat IPAD, hemat RP. 100.000

jadi total hemat Rp. 420.000 per bulan atau Rp. 5.040.000 per tahun

jumlah yang sangat cukup besar, apalagi jika RP. 5 juta per tahun tersebut disimpan dalam saham yang menghasilkan 24% per tahun (anda tau arah pembicaraan ini kemana 😀 ) atau minimal bisa dijadikan ke pengeluaran yang lebih produktif, misal modal kerja tambahan atau bisa untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya yang ujung2nya bisa memberikan penghematan tambahan ke listrik ( i’m thinking too much, and i reallty hate pay electricity bill, but i need electricity )

Hal – hal simpel lah, namun kalau dikalikan 12 bulan atau 20 tahun, sudah hebat banget penghematannya.. Per bulan bisa hemat 440 ribu, minimal penghematan ini saya bisa belikan asuransi kesehatan yang ke depannya akan menghemat biaya rumah sakit ketika saya jatuh sakit, walau tidak ada yang ingin sakit, namun sakit adalah sesuatu yang di luar kendali kita, walau kita bisa olahraga, makan makanan sehat namun sakit adalah sesuatu yang alamiah, sebagai manusia kita bisa sakit,. Sehingga asuransi menurut saya sangat dibutuhkan. dan dengan bijak mengatur pengeluaran, asurabnsi akhirnya bisa dibeli 😀

Namun lain halnya ketika pengurangan pengeluaran ini akhirnya saya pakai buat foya – foya ya sama saja sih hasilnya, habis juga…

Satu hal yang menarik dari stock market, saya  cerita ya. Stock market tidak selamanya bagus, walau ada yang bisa menghasilkan uang pada saat pasar bearish, namun bagi saya pribadi lebih baik amankan dana pada saat keadaan tidak bagus, sehingga resiko pekerjaan saya adalah, walau dapat uang banyak pada saat bullish, namun harus tetap hemat karena pada saat bearish (atau sideway) maka kerjaan seperti saya ini tidak punya penghasilan.

Dan jujur 6 dari 12 bulan di tahun 2011 saya jalani tanpa penghasilkan, namun Puji Tuhan di tahun 2010 gain dari saham sangat besar sehingga semua pengeluaran bahkan buat beli rumah dan mobil bisa dibayarkan dan akhirnya 2011 saya bisa lalui tanpa berkekurangan. Di tahun 2012 akhirnya keadaan mulai pulih dan pemasukan pun lancar lagi dari saham. Inilah kenyataan hidup investor, kita harus pintar – pintar mengatur pengeluaran. Saya ga heran sih orang – orang seperti warren buffet meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu. Itu bijak.