Kenapa Harga Minyak Sangat Menentukan

Akhir – akhir ini saya sering membahas mengenai harga minyak. Karena menurut saya isu utama dunia keuangantahun 2015 ada 2, yaitu Harga Minyak yang dalam 1 tahun turun 60% dan Rencana Kenaiakn suku bunga the fed (yang terus – terusan molor).

Kali ini saya akan membahas mengenai harga minyak. Selama hampir 100 tahun terakhir, minyak memainkan penan yang sangat penting dalam ekonomi Dunia. Hampir semua barang yang saat ini kita pakai , langsung maupun tidak langsung memiliki kanduingan minyak, Salah satunya adalah Plastik laptop yang saat ini sedang anda pakai. Listrik yang sedang anda gunakan, sumber energy utama dunia saat ini adalah M.I.N.YA.K

Namun situasi mulai berubah. Perubahan situasi utama datang dari Amerika Serikat dan Arab Saudi. Kalau dulu amerika sangat bergantung minyak arab, saat ini situasinya telah berbeda. Amerika sudah tidak lagi bergantung kepada minyak Arab. Malah Amerika sudah menjadi penghasil energy terbesar dunia.

Sehingga Minyak mengalami oversupply. Di satu sisi amerika sudah tidak lagi perlu minyak arab, di sisi lain, Arab (Dalam hal ini juga OPEC) tidak mau mengurangi produksi. Karena Arab (dan OPEC) ingin menekan pertumbuhan minyak Amerika.

BACA JUGA : Minyak Turun, Sheikh VS Shale 

Ada Apa dengan Iran

INDONESIA

Apa hubungannya dengan Indonesia ?

Indonesia saat ini adalah negara NET IMPORTIR minyak,  Indonesia import 300 ribu barrel minyak per hari. YUP, Indonesia bukan negara kaya minyak. Jadi lantas harga minyak turun harusnya berdampak positif ke Indonesia?

Masalah nya tidak segampang itu. Walau indonesia adalah negara importir minyak, namun Indonesia juga adalah exportir berbagai komoditas lainnya, yang harganya sangat bergantung minyak dunia. Bukan hanya export yang akan terganggu, namun juga investasi luar negeri ke Indonesia di sektor perminyakan juga akan turun.

Investasi MIGAS

Investasi MIGAS sebenarnya adalah hal yang sangat beresiko, udah ngebor- belum tentu keluar minyaknya. Minyak keluar pun, belum tentu bisa balik modal (BEP). Masalahnya rumit, misal anda nge-bor ladang minyak, total biaya $100 juta ada 3 juta barel sehingga total kalau harga minyak $100 maka anda akan dapat $300 juta dikurangi biaya $100 juta, anda untung $200 juta.

Tapi tiba – tiba harga minyak turu ke $25 misalnya sehingga total pendapatan anda menjadi 3 juta barrel x $25 = $75 juta . Maka Yang tadinya anda untung $200 juta, malah saat ini merugi $25 juta. Sebab itu Jika harga minyak turun, banyak perusahaan asing tidak hadi nge-bor ladang minyak di Indonesia.

Bukan hanya perusahaan MIGAS namun juga perusahaan yang masih berhubungabn dengab Migas, misal perkapalan yang mengangkut MIGAS seperti LEAD

Baca Juga : Ada Apa Dengan PGAS

#LEAD contohnya sudah turun 90% dari high. LEAD adalah salah satu emiten perusahaan kapal pengangkut minyaak.

Batubara, Gas Alam, CPO

Masalah berikutnya adalah, saat ini minyak masih merupakan bahan bakar utama dunia, selain itu minyak merupakan bahan bakar yang Bersih sekaligus praktis.

Batubara sebaliknya, tingkat polysi yang dihasilkan oleh batubara sangat tinggi, sehingga negara maju seperti Inggris, Amerika dan China terus mengurangi pemakaian batubara. Sementara kalau mengharapkan dalam negeri , tidak akan bisa menyerap produksi dalam negeri sendiri. Sehingga ketika harga minyak jatuh, harga batubara yang merupaakn substitusi minyak, juga ikut turun.

Gas Alam sedikit lebih rumit. Walau harga gas cenderung lebih stabil, namun untuk bisa suatu perusahaan membeli gas dan menggunakan gas, dia harus membangun dulu infrastuktur gas. Tidak serta merta langsung beli gas pakai kayak ELPIJI di rumah.

Sehingga ketika harga minyak rendah, permintaan akan gas juga rendah, karena investasinya menjadi tidak masuk akal,.Maksudnya lebih murah menggunakan minyak,. Ini salah satu penyebab harga dan laba PGAS turun, salah satunya karena permintaan infrastuktur gas, juga turun.

CPO, memang saat ini posisinya oversupply. Kalau harga minyak tinggi, CPO bisa dijadikan bahan bakar nabati, namun kalau harga minyak rendah, secara ke-ekonomian CPO menjasi negatif jika dijadikan bahan bakar nabati.

Prediksi Ke Depan

Prediksi ke depan, menurut saya harga minyak saat ini sudah murah, namun tidak menutup kemungkinan utnuk turun lagi, karena Arab, masih mau menekan Minyak Amerika.  Arab sendiri butuh harga minyak minimal $90 untuk menutup APBN, sementara Venezuela yang juga adalah anggota OPEC Perlu minyak $120 untuk menutup APBN. Bahkan Venezuela saat ini mendekati kebangkrutan, walau harga bensin di Venezuela hanya RP. 280 per liter DUA RATUS DELAPAN PULUH RUPIAH PER LITER.

Baca Juga : Minyak Turun Venezuela Tumbang

Kalau kita lihat grafik harga minyak di atas, arahnya sudah mulai balik ke positif.

Sudah Murah

Harga saham – saham komoditas, khususnya PGAS, ADRO, AALI, LEAD sudah dalam posisi yang sangat murah, dan bisa buat investasi 1-2 tahun ke depan. Namun jika harga minyak belum kunjung naik tahun depan, maka harga saham – saham komoditas yang sudah murah, tetap akan sulit naik.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *