Kenapa US Dollar / Mata Uang Sangat Berpengaruh

Tahun ini , dunia keuangan diperhadapkan pada suatu isu terbesar yaitu kenaikan suku bunga the fed, yang mengakibatnya meroket Mata Uang US Dollar, bukan hanya terhadap rupiah namun juga  terhadap seluruh mata uang dunia.

Kenapa Sampai US DOllar bisa sampai mempengaruhi ekonomi seluruh dunia ?

Dunia Dalam Sepotong Roti

Terus terang ini disebabkan karena kemajuan ekonomi dan teknologi, membuat kita sudah tidak lagi hidup di jaman batu. Dulu kalau suatu negara ingin memproduksi roti, maka negara tersebut harus tanam sendiri gandumnya. Setelah gandum tumbuh, dan panen, gandum diubah jadi tepung barulah suatu negara bisa menikmati roti.

Saat ini berbeda, Indonesia misalnya , karena iklimnya tidak cocok, gandum tidak tumbuh di Indonesia. Namun roti (yang bahan utamanya adalah GANDUM) ada dimana – mana. Kalau tidak punya, ya import saja.

Sebaliknya, Kopi tidak tumbuh di Alaska, namun orang alaska bisa menikmati Secangkir Cappucinno Toraja :D.

Disini dimulailah masalah mata uang. Dengan ekonomi dunia yang begitu terhubung, maka saat ini sudah tidak ada lagi negara yang benar – benar mandiri secara pangan. Contoh Indonesia garam aja import, Kedele juga import,. Karena memang Garam dan Kedele jauh lebih murah di negara lain. Karena garam di negara lain tinggal nyerok sementara Kedele memang tumbuhan Subtopis (yang tidak tumbuh maksimal di Indonesia). Baca

Baca juga :

Tempe Itu makanan import 

Garam aja Import, Ini penyebabnya 

Salah satu menteri yang saya sukai, ternyata tidak suka import garam, dengan alasan mengurangi jatah petani garam. Kalau dalam hal ini memang saya kurang setuju. Banyak gebrakan bu susi yang saya sukai, namun tidak semua. Beda pendapat boleh kan ?

Kembali ke topik Mata uang. Karena saat ini ekonomi dunia sangat terhubung dan antar negara menjual kelebihan produknya ke negara lain, sementara yang dia perlu dia import dari negara lain, maka mata uang memegang peranan yang sangat penting.

Misal  Indonesia menjual baju dengan Seharga Rp. 20.000 per baju, dengan kurs 1 USD = RP. 10.000 maka 1 Baju Indonesia di Amerika = $2 Tiba – tiba USD Menguat menjadi 1 USD = Rp. 12.000 . Maka Di Amerika harga baju Indonesia DISKON Menjadi hanya $1,67 per baju. Maka Kalau USD menguat, baju Indonesia akan lebih laku di Amerika. Ini adalah dampak positif kalau USD menguat terjadap Rupiah.

Di sisi lain, bukan hanya kita export ke Amerika, namujn kita juta ada Import dari Amerika, misal Kedelai. Kalau US Dollar menguat, maka harga kedelai bisa naik. Masyarakat bingung karena harga tempe naik terjadi inflasi, namun petani kedelai dalam negeri memanen keuntungan lebih. Sehingga petani kedelai lebih sejahtera kalau US Dollar menguat.

Sebaliknya kalau ada suatu perusahaan ternyata dia meminjam uang dalam US Dollar di posisi 1 USD = 10 ribu, tiba – tiba 1 USD Naik ke 13.000 , sementara perusahaan tersebut menerima pembayaran dari pelanggan dalam rupiah, maka perusahaan tersebut dalam masalah. Ini sisi negatifnya.

Bursa Saham

Hubungan dengan bursa saham sedikit lebih rumit. Saat ini suku bunga The Fed atau bank sentral Amerika adalah 0,25% . Yang berarti Siapapun mau pinjam uang dari bank sentral Amerika, dikenakan suku bunga 0,25% hampir 0% lah. Yang berarti bank sentral amerika lagi bagi – bagi duit hampir gratis.

Akhir nya bank – bank investasi meminjam duit dari Amerika dengan suku bunga hampir 0% dan membeli Aset luar negeri dengan imbal hasil lebih tinggi, Misal Obligasi negara Indonesia dengan Yield sekitar 8%. Selisihnya 7.75% merupakan keuntugan dari Investor.

Masalahnya muncul ketika The Fed mau menaikan suku bunga, mengakibatkan biaya pinjaman menjadi naik. Yang tadinya 0,25% menjadi entah berapa %. Misal suku bunga the fed akhirnya naik ke 1%. Sehingga Yang tadinya harus bayar Bunga $0,25 Setiap pinjam $100 , menjadi harus membayar $1 per pinjam $100. Memang angka kecil namun kalau kita kalikan 100 milliard US Dollar, maka  Ada kenaikan biaya pinjaman sebesar 750 Juta US Dollard

Sehingga ketika terjadi KETIDAKPASTIAN, suku bunga the fed mau naik kapan dan naiknya berapa, maka investor lebih cenderung mengambil posisi Wait and see , menjual asset dan memegang US Dollar dan akhirnya aksi jual saham dan mata uang regional pun terjadi, sehingga hanya US Dollar yang menguat sementara saham dan semua mata uang lain selain USD melemah.

Masalah utamanya ada di Kepastian, mau naik berapa dan naiknya kapan. Karena kalau sudah ada angka pasti, saya rasa investor akan kembali membeli saham karena bisa mempreikriakn kekuartan keuangan mereka.

BESOK HARGA NAIK

Sebagai ilustrasi saya gambarkan demikian. Anda adlaah distributor tepung. Dari awal tahun , Pabrik tepung bilang, harga tepung mau naik. Tapi di undur – undur terus. Akibatnya adalah , sebagai pedagang anda akan pegang Tepung daripada menjual tepung.

US Dollar adalah tepung tersebut. dari awal tahun, pabrik (THE FED) mengatakan bahwa USD akan naik (suku bunga) tapi di undur – undur terus, daripada anda rugi jual Tepung (karena takutnya habis jual harga naik), maka lebih baik anda HOLD tepung. akibatnya harga Tepung (US Dollar) di pasaran menjadi naik. Karena sulurh dunia HOLD TEPUNG (USD)

Untuk lebih memahami, bisa baca infografis berikut ini

Infografis Rupiah – Kurs Dollar

Rupiah melemah gara gara jokowi

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *